Misi

Saya teringat dengan satu kalimat Kopassus yang melatih kami pada masa Kesamaptaan : “haram hukumnya untuk tampak takut bagi seorang tentara, apalagi pada posisi komandan, oleh karena itu jika ada seorang tentara apalagi seorang kopassus, menampakkan ketakutannya di tengah pasukan, biasanya ia akan dibunuh sebelum ketakutannya itu menular pada seluruh pasukan”.

Merenungkannya, saya pun buka lembaran sejarah orang-orang mulia dan menemukan sebuah fakta, bahwa ada sebuah DISIPLIN KERAS yang dibutuhkan oleh misi & tugas tertentu dalam kehidupan ini.

Sebuah misi akan selalu memberikan alasan-alasan yang kuat untuk semua kedisiplinan yang akan kita ciptakan, dan sungguh ia membuatnya bukan saja tak membebani bahkan kita jadi sungguh menikmati.

Misi itu memberikan gairah, orientasi dan tentu saja makna bagi eksistensi. Misi itu memberi kekuatan kepada upaya, meneguhkan kemauan, mengilhamkan kreatifitas pada tantangan, memberikan semangat kebangkitan pada setiap hempasan kegagalan juga memberikan kehangatan & kepuasan pada setiap keletihan..tanpa misi, sungguh kedisiplinan kehilangan urgensi..!!

Saya pun mulai memahami, bahwa misi itulah yang sebenarnya memberikan kehormatan pada sebuah posisi, seperti jiwa memberi ruh kehidupan kepada jasadnya. Sehingga betapapun tinggi posisi seseorang, jika ia telah kehilangan misinya maka hilang pula seluruh kehormatannya.

Saya jadi mengerti, mengapa orang-orang yang memiliki misi-misi besar & mulia di relung-relung dadanya - selalu memiliki aura kewibawaan & keterhormatan di wajahnya..

Saya pun mulai merenungkan tentang kehidupan para pejuang penuh misi mulia, betapa keseimbangan hidup mereka bukan lagi keseimbangan tentang waktu-waktu yang dimilikinya.

Sungguh, engkau akan melihat bahwa ia tidak pernah menakar waktu kerja dengan waktu istirahatnya, ia tidak lagi membagi waktu keluarga dengan waktu perjuangannya – sebagai definisi hidup yang seimbang - karena ia hanya punya satu waktu saja, yaitu waktu perjuangan !!.

Bahwa hidup yang seimbang adalah sebuah definisi bagi kesepadanan antara amanah dan tanggungjawab yang diembannya, kelayakan antara posisi & prestasi yang harus diukirnya, dan sungguh ini adalah tentang keseimbangan antara misi dan potensi yang mesti dioptimalkannya.

Maka wasiat-wasiat indah diantara mereka adalah : "jangan pernah kelihatan letih walalupun engkau sedang kelelahan, tunjukkan keberanian walaupun engkau lagi ketakutan, antusias dan bersemangatlah walalupun engkau sedang jenuh, lesu dan bosan - karena umat melihat dan telah mengenalmu sebagai pejuang ".

Semua tugas atau misi itu, tentu saja tidak harus kita tunggu untuk diberikan oleh jaman atau di-dikte-kan oleh orang lain kepada kita, bukankah kita bisa demikian bebas untuk menciptakannya dalam ruang imajinasi kita sendiri.
Ketika detail-detail gambarannya sudah demikian jelas anda boleh mulai menyebutnya sebagai VISI - karena ia produk imajinasi para ahli motivasi mengistilahkannya sebagai DREAMS, tapi saya rasa kata OBSESI lebih bertenaga untuk mewakili seluruh makna dan ruh semangatnya.

Keyakinan yang akhirnya selalu menjadi kunci pembukanya, bahwa Allah swt punya satu rencana besar dengan menghadirkan kita ke dunia ini, karenanya anda sungguh berarti bagi dunia ini..

Maka, mari luaskanlah skala perhatian kita, segeralah ambil posisi melibatkan diri pada persoalan-persoalan besar kehidupan… karena MISI itu selalu Allah swt lekatkan pada POTENSI yang anda miliki..!!

(Dibuat oleh Setiawan, Kepala Seksi Kepabeanan dan Cukai KPPBC Makassar, diterbitkan asli di gerakmulia.blogspot.com)


Tagged as: , , , , , ,

Leave a Response


WordPress Themes

Wise Words

Kita semestinya meyakini bahwa perubahan bukanlah sesuatu yang linier. Dia layaknya sebuah drama kehidupan, yang menghadirkan kesulitan sekaligus juga harapan. Dan harapan seperti sebuah jalan, dia akan bermakna ketika kita bersedia menitinya.

Berteman baiklah dengan orang yang berkata benar bukan dengan orang yang membenarkan kata-kata kita yang belum tentu benar.