Berbohong Merusak Otak

Allah SWT menciptakan manusia dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Dan salah satu yang diciptakanNya yang ada dalam diri manusia adalah Otak. Dengan berat ± 1,5 kg menjadi salah satu bagian penting dalam diri manusia yang harus dirawat dengan sebaik-baiknya. Melihat ke dalam otak, adalah sel syaraf yang memiliki sifat neuroplastisitas yaitu sifat seperti plastik yang elastis, bisa melar, memanjang, memendek, berubah, bertambah kompleks dan hilang.
Adalah Erick Kandel – seorang peneliti saraf berdarah Yahudi, pemenang Nobel Kedokteran di tahun 2000 – yang telah melakukan riset selama 20 tahunan tentang neuroplastisitas. Neuroplastisitas menjadi dasar utama dari psikoterapi. Terapi bicara (Talking Cure) dalam ajaran psikoanalisis memiliki pengaruh kuat dalam memodifikasi sel-sel otak. Kalau datang ke dokter karena cemas, depresi, atau ganguan jiwa ringan lainnya maka sang dokter akan melakukan pembicaraan teurapetik yang berulang-ulang –tentu dengan teknik dan metode yang dikuasai sang dokter- akan membuat sel – sel otak Anda berubah dengan simpanan ingatan baru. Iklan di televisi dan radio yang berulang-ulang didengar, apalagi melibatkan seluruh indera, berpeluang mengubah sel saraf Anda.

Informasi yang masuk ke dalam otak disimpan dalam bentuk molekul-molekul otak yang senantiasa mengalami perubahan. Semakin banyak informasi yang kita terima dan simpan maka semakin banyak molekul yang terbentuk. Namun disuatu waktu molekul yang terbentuk ini akan musnah atau kurang kekuatannya, namun jika setiap hari kita memberikan informsi yang sama maka molekul tersebut akan mengatur diri untuk mengubah struktur sel saraf yang menyimpan ingatan itu.

Berbohong atau Kebohongan

Jika seseorang senantiasa menerima informasi yang berisi kebohongan atau ia senantiasa berbicara bohong pada seseorang atau ia memiliki kebiasaan ‘kalau tidak berbohong akan menderita sakit kepala’, maka Bohong dan Kebohongan telah terpatri dalam sel-sel otaknya. Pada beberapa orang hal ini membuat mereka mengalami penderitaan adiksi (ketergantungan). Adiksi menyebabkan diproduksinya protein di sel otak bernama protein delta FosB, yang akan menumpuk di sel saraf. Setiap kali berbohong maka akan mempengaruhi ekspresi gen dalam sel otak. Jika hal ini terus terjadi, dan bila disuatu saat nanti Anda memiliki komitmen untuk tidak berbohong, maka hal ini memerlukan usaha yang cukup keras untuk mengubah sel saraf yang sudah terbentuk.

Allah SWT telah menyampaikan dalam kitabNya ‘Telah Kuperlihatkan Jalan Keburukan dan Jalan Ketaqwaan, Sungguh beruntung bagi mereka yang memilih jalan ketaqwaan dan sungguh merugi mereka yang memilih jalan keburukan’. Manusia sebagai hamba Allah yang hidup di alam ini, harus memilih, ‘Berbohong atau Jujur’ ? Hati-hati terhadap apa yang kita terima karena akan mempengaruhi terhadap apa yang akan kita keluarkan ‘Garbage In – Garbage Out’. Hati-hati terhadap apa yang kita keluarkan karena akan membentuk Citra Diri –siapa kita sebenarnya

Oleh Buyung Ristyono, (Trainer ‘Anak Jenius Indonesia’ , April 2010)
Disarikan dari buku ‘Unlimited Potency of the Brain’ penulis Dr. Taufiq Pasiak, Penerbit Mizan


Tagged as: , , ,

Leave a Response


WordPressÖ÷Ìâ

Wise Words

Kita semestinya meyakini bahwa perubahan bukanlah sesuatu yang linier. Dia layaknya sebuah drama kehidupan, yang menghadirkan kesulitan sekaligus juga harapan. Dan harapan seperti sebuah jalan, dia akan bermakna ketika kita bersedia menitinya.

Berteman baiklah dengan orang yang berkata benar bukan dengan orang yang membenarkan kata-kata kita yang belum tentu benar.