Selamat datang di Website Resmi KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus. Mari kita BANGGAKAN INDONESIA !   -   Realisasi penerimaan Kantor Bea Cukai Kudus sampai dengan tanggal 30 Juni 2017 adalah Rp 9,902 T, dengan rincian penerimaan Cukai = Rp 9,879 T, Pabean = Rp 22,839 M.    -   Jika Anda membutuhkan informasi tentang kegiatan impor, ekspor dan cukai dapat menghubungi kami di CONTACT CENTER BRAVO BEA CUKAI (021) 1500225, Email : info@customs.go.id dan SMS Center : 081-1500225   -   
Berita Terkini     Dibaca :769 kali , 0 komentar

Mafia Rokok Ilegal Diungkap

Ditulis : Seksi PLI, 25 Juli 2013

Pada hari Kamis tanggal 14 Februari 2013, Petugas KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus berhasil menggagalkan upaya peredaran Barang Kena Cukai Ilegal di 2 (dua) lokasi berbeda. Lokasi pertama merupakan rumah warga desa Honggosoco, kecamatan Jekulo, kabupaten Kudus. Lokasi kedua merupakan sebuah peternakan ayam di desa Gulang, Kecamatan Mejobo, kabupaten Kudus. Kedua lokasi digunakan untuk melakukan produksi sigaret ilegal dan memiliki hubungan yang terkait.

Pada lokasi pertama ditemukan barang bukti berupa puluhan bal SKM tanpa dilekati pita cukai, puluhan ribu batang SKM belum dikemas, puluhan ribu keping kertas menyerupai pita cukai, ribuan keping pita cukai bekas pakai dari berbagai personalisasi, dan berbagai perlengkapan pengemasan. Sedangkan pada lokasi kedua ditemukan puluhan bal SKM tanpa dilekati pita cukai, ratusan ribu batang SKM belum dikemas, dan berbagai perlengkapan pengemasan. Di lokasi kedua ini, petugas juga mengamankan satu unit mobil yang digunakan sebagai sarana distribusi.

Berbeda dari lokasi pertama yang merupakan rumah warga biasa, lokasi kedua yang merupakan tempat produksi yang disamarkan sebagai kandang peternakan ayam ternyata dilengkapi dengan sarana CCTV untuk memantau keamanan kegiatan mereka. Diduga karena adanya CCTV ini, pelaku utama di lokasi kedua dapat melarikan diri, sementara pada lokasi pertama berhasil diamankan. Pelaku utama pada lokasi kedua kini dalam pengejaran.

Berdasarkan situasi pada lokasi kedua, dapat diduga dalam kegiatan produksi rokok ilegal ini didanai oleh pemodal besar yang menjalankan bisnisnya laiknya mafia yang terorganisir rapi.

Dalam proses penyelidikan lebih lanjut, ditemukan dugaan kuat keterlibatan pabrik resmi dalam kegiatan di kedua lokasi tersebut. PR. KNM diduga kuat menjadi pemasok batangan SKM ke kedua lokasi tersebut. Berbagai alat bukti, termasuk dokumen produksi dan penjualan, mendukung dugaan tersebut. Dengan asumsi paling rendah dan dukungan bukti dokumentasi,  perkiraan potensi kerugian negara berupa cukai yang seharusnya dibayar mencapai Rp 28,7 miliar. Sementara PR KNM sendiri sejak berdirinya pada April 2012 lalu hingga sekarang hanya membayar cukai sejumlah Rp 86 juta.

Banner
Facebook Like
Statistik
Anda Pengunjung Ke-92190
Hari Ini9
Kemarin141
Bulan Ini8184
Total92190
IP Anda107.22.97.23