Selamat datang di Website Resmi KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus. Mari kita BANGGAKAN INDONESIA !   -   Realisasi penerimaan Kantor Bea Cukai Kudus sampai dengan tanggal 30 September 2017 adalah Rp 17,8 T, dengan rincian penerimaan Cukai = Rp 17,7 T, Pabean = Rp 35,8 M.    -   Jika Anda membutuhkan informasi tentang kegiatan impor, ekspor dan cukai dapat menghubungi kami di CONTACT CENTER BRAVO BEA CUKAI (021) 1500225, Email : info@customs.go.id dan SMS Center : 081-1500225   -   
Kolom Cukai
Edisi Lainnya

Edisi 01-08-2011

Pertanyaan :

Pak, bagaimana masyarakat awam bisa tahu membedakan rokok asli dengan rokok bajakan atau rokok palsu ?. Terima kasih (Ngaimin – 085640088443)


 Jawaban :

Pak Ngaimin yang kami hormati,

untuk melihat rokok asli atau rokok bajakan (palsu) bukan dilihat dari kwalitas barangnya akan tetapi harus dilihat dari cara memperolehnya atau proses pembuatannya, dengan demikian perlu kami sampaikan lebih dulu pengertian tentang rokok bajakan adalah rokok yang dalam memperolehnya atau dalam proses pembuatannya dengan cara melawan hukum (tindak pidana) melanggar ketentuan yang berlaku tentang cukai hasil tembakau, sedangkan rokok asli adalah rokok yang dalam memperolehnya atau dalam proses pembuatannya memenuhi hukum / ketentuan yang berlaku.

Dalam pasal 56 Undang Undang Cukai Nomor 39 Tahun 2007 disebutkan bahwa setiap orang yang menimbun, menyimpan, memiliki, menjual, menukar, memperoleh, atau memberikan barang kena cukai (termasuk rokok) yang diketahuinya atau patut harus diduganya berasal dari tindak pidana berdasarkan undang-undang ini dipidana dengan  pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun dan pidana denda paling sedikit dua kali  nilai cukai dan paling banyak sepuluh kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Pengertian rokok bajakan (palsu) dapat dikategorikan juga sebagai rokok ilegal, hanya saja pelakunya disamping membajak kemasan (merk rokok) juga mengelak atau menghindar dari pembayaran cukai. Rokok asli diproduksi / dibuat oleh pengusaha pabrik rokok yang memiliki izin pabrik (NPPBKC) dan izin merk atau izin penetapan Harga Jual Eceran (HJE) hasil tembakau yang terdaftar di Kantor Bea dan Cukai, sedangkan rokok palsu diproduksi / dibuat oleh pengusaha pabrik yang tidak memeliki izin tersebut. Akan tetapi rokok bajakan (palsu) dapat dimungkinkan juga dibuat oleh pengusaha pabrik rokok yang telah memiliki izin, biasanya rokok semacam ini bertujuan membajak merk rokok yang terkenal dan laku keras di pasaran. Dari pengertian tersebut diatas, maka untuk membedakan rokok asli dengan rokok bajakan dilihat dari bentuk kemasan (merk) rokok, ada atau tidak adanya pita cukai atau memakai pita cukai palsu. Oleh karena itu untuk mengetahui rokok bajakan atau asli, terlebih dulu harus mengetahui ciri ciri kemasan (merk) rokok yang asli.

Adapun ciri ciri rokok yang asli diantaranya adalah :

Pada kemasan penjualan eceran hasil tembakau wajib dicantumkan secara jelas dan mudah terbaca dengan menggunakan cetakan permanen:

  1. Merek dan jenis hasil tembakau yang dikemas;
  2. Nama lengkap dan lokasi Pabrik atau Perusahaan. Bila nama Pabrik lebih dari 2 (dua) kata dapat digunakan singkatan nama
  3. Kalimat peringatan kesehatan tentang bahaya merokok
  4. Ketentuan-ketentuan lainnya yang disyaratkan oleh instansi terkait.
  1. Pada setiap kemasan HT untuk penjualan eceran wajib dicantumkan informasi tentang :Pada desain (cetakan) pita cukai yang dilekatkan pada kemasan rokok terdapat hologram berwarna kuning kecoklatan, gambar lambang Negara, gambar logo Bea Cukai, tarif cukai (nilai rupiah per batang), tahun pita cukai, nominal harga jual eceran per batang, jenis hasil tembakau (SKT atau SKM), isi kemasan, kode personalisasi, teks “Cukai Hasil Tembakau” dan terdapat tulisan “djbc”
    1. kandungan kadar nikotin dan tar setiap batang rokok
    2. peringatan bahaya bagi kesehatan dengan tulisan “merokok dapat memyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin” pada lebel dengan penempatan yg jelas dan mudah dibaca

     

  2. Setelah mengetahui ciri ciri kemasan rokok yang asli tersebut diatas, dapat dipergunakan untuk membandingkan dengan rokok yang di duga bajakan atau palsu sehingga jika ada berbedaan, maka rokok tersebut adalah rokok bajakan atau palsu, namun tidak menutup kemungkinan rokok bajakan tersebut memiliki ciri ciri yang sama dengan rokok asli tersebut. Jika ciri cirinya sama, maka dapat dilihat lagi bentuk kemasannya dari sudut pandang rapi atau tidaknya atau dari bentuk keindahan kemasan rokok tersebut karena rokok yang asli biasanya kemasan / etiket pembungkusnya dibuat atau diproses dengan perencanaan desain dan dicetak oleh percetakan yang bonafit atau percetakan yang dapat dipercaya.

 

Untuk informasi lebih lanjut silahkan datang ke KPPBC Madya Cukai Kudus atau melalui telephon  (0291) 432355  dan SMS  085 7429 76 111 . Terima kasih.

Banner
Facebook Like
Statistik
Anda Pengunjung Ke-100276
Hari Ini7
Kemarin90
Bulan Ini12582
Total100276
IP Anda54.80.236.48