Jika Anda membutuhkan informasi tentang kegiatan impor, ekspor dan cukai dapat menghubungi kami di CONTACT CENTER BRAVO BEA CUKAI (021) 1500225, Email : info@customs.go.id dan SMS Center : 081-1500225   -   Selamat datang di Website Resmi KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus. Mari kita BANGGAKAN INDONESIA !   -   Realisasi penerimaan Kantor Bea Cukai Kudus sampai dengan tanggal 30 Juni 2017 adalah Rp 9,902 T, dengan rincian penerimaan Cukai = Rp 9,879 T, Pabean = Rp 22,839 M.    -   
Kolom Cukai
Edisi Lainnya

Edisi 15-08-2011

Pertanyaan :

Bapak Pengasuh Rubrik Kolom Cukai di Suara Muria, Mengapa rokok polos harus ditindak?, padahal mereka hanya melakukan untuk bertahan hidup. Apa kira kira dampaknya pada industri secara umum?. (Suhartono – Ngembalrejo)


Jawaban :

Pak Suhartono yang kami hormati, perlu kami sampaikan bahwa rokok adalah termasuk barang kena cukai (BKC), dalam aturan UU Nomor 39 Tahun 2007 disebut hasil tembakau. Sebagai BKC wajib dibayar / dilunasi cukainya saat dikeluarkan dari pabrik. Sebagai bukti bahwa telah dilunasi cukainya, pada pengemas / pembungkus rokok tersebut dilekati pita cukai. Rokok polos biasa dikenal dengan rokok tanpa dilekati pita cukai, jadi rokok polos adalah rokok yang pada saat dikeluarkan dari pabrik untuk dijual tidak dilunasi / dibayar cukainya sehingga tidak dilekati pita cukai.

Rokok polos merupakan pelanggaran tindak pidana di bidang cukai sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 54 undang undang cukai nomor 39 tahun 2007, bahwa Setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat 1 dipidana dengan pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun dan/atau pidana denda paling sedikit dua kali  nilai  cukai  dan  paling  banyak sepuluh  kali  nilai  cukai  yang  seharusnya dibayar.

Dalam rangka mengamankan penerimaan negara, mencegah beredarnya rokok ilegal dan menumbuhkan efek jera agar tidak melakukan pelanggaran lagi, rokok polos perlu dilakukan penindakan dengan pertimbangan hal hal sebagai berikut :

  1. Sesuai pasal 27 UUD’45, bahwa “Setiap warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan, wajib menjunjung hukum dan pemerintahan dengan tidak ada kecualian”, maka dalam melakukan penindakan terhadap pelanggaran cukai tidak membeda bedakan kepada setiap pelaku pelanggaran, semua golongan masyarakat diperlakukan sama di muka hukum apapun alasannya akan ditindak apabila melanggar.
  2. Pungutan cukai merupakan kontribusi penerimaan negara yang ditargetkan dalam APBN untuk membiayai pembangunan, maka BKC yang tidak terbayar cukainya secara tidak langsung akan mengakibatkan terhambatnya upaya merealisasikan target penerimaan cukai yang dibebankan kepada Bea dan Cukai. Hal ini dapat berpengaruh pada proses pembangunan sehingga sasaran pembangunan tidak tercapi.
  3. Peredaran rokok polos di pasaran akan menyebabkan terdesaknya pemasaran rokok yang legal yang disebabkan karena rokok polos harganya jauh lebih murah dibanding dengan rokok yang legal, sehingga pengusaha rokok legal merasa dirugikan karena persaingan yang tidak sehat dalam pemasaran.
  4. Keberadaan rokok polos memicu timbulnya rasa ketidak percayaan kepada Instusi Bea dan Cukai dalam menegakkan peraturan dan dapat menyebabkan timbulnya rasa saling tidak percaya atau saling curiga di kalangan pengusaha rokok sehingga dapat memicu pelanggaran yang lebih besar.
  5. Rokok polos merupakan barang kena cukai yang tidak terjaga dampak negatifnya sehingga berbahaya bagi  kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup.

Mensikapi permasalahan yang timbul akibat keberadaan rokok polos, KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus mempunyai komitmen menindak tegas terhadap setiap pelanggaran sesuai ketentuan hukum yang berlaku, walaupun dengan alasan untuk bertahan hidup sekalipun. Hal ini dilakukan dalam rangka menjamin kepastian hukum di bidang cukai dan mengatasi dampak kerugian negara baik yang bersifat material maupun non material yang ditimbulkan akibat adanya pelanggaran cukai.

Untuk penjelasan lebih lanjut, anda dapat menghubungi petugas Client Coordinator di KPPBC Madya Cukai Kudus telephon  (0291) 432355  atau SMS  085 7429 76 111 . Terima kasih

Banner
Facebook Like
Statistik
Anda Pengunjung Ke-88685
Hari Ini25
Kemarin71
Bulan Ini6983
Total88685
IP Anda54.158.25.146