Jika Anda membutuhkan informasi tentang kegiatan impor, ekspor dan cukai dapat menghubungi kami di CONTACT CENTER BRAVO BEA CUKAI (021) 1500225, Email : info@customs.go.id dan SMS Center : 081-1500225   -   Selamat datang di Website Resmi KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus. Mari kita BANGGAKAN INDONESIA !   -   Realisasi penerimaan Kantor Bea Cukai Kudus sampai dengan tanggal 31 Mei 2017 adalah Rp 6,522 T, dengan rincian penerimaan Cukai = Rp 6,499 T, Pabean = Rp 22,316 M.    -   
PROFIL KPPBC TIPE MADYA CUKAI KUDUS

SEPENGGAL CERITA

Pada masanya dahulu, Kudus adalah area suci di wilayah politik Kerajaan Demak, dengan Sunan Kudus dan Sunan Muria sebagai tokohnya. Jepara adalah bandar niaga yang pesat di bawah kendali Ratu Kalinyamat. Pati adalah wilayah independen ketika Pajajaran dan Singasari mulai surut, dan Majapahit belum juga berdiri. Rembang menjadi pesisir yang religius, bias asuh Sunan Bonang. Dan Blora sejak dahulu adalah rimba Jati dan tambang minyak penuh pesona. Kesemuanya terangkai dan membentuk karakter masyarakat yang mandiri, kreatif, sekaligus religius. Karakter yang mampu membuat kawanan Muria dan Kapur Utara tersebut eksis hingga saat ini.

Menjadi tidak mengherankan ketika kretek, jenis sigaret khas Indonesia, ditemukan di Kudus. Temuan yang kemudian berkembang pesat. Tidak hanya di Kudus, karena sekutu Muria lainnya juga turut menjadi tungku-tungku pengembangnya. Keberadaannya bahkan sanggup menjadi layer baru di atas masa lalu lereng Muria itu sendiri. Industri yang tidak lepas dari institusi bernama Bea dan Cukai.

Dalam masa sejarahnya, Bea dan Cukai Kudus pernah berbentuk Kantor Inspeksi, Kantor Pelayanan Tipe A, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Tipe A3, hingga terkini menjadi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Tipe Madya Cukai.

Perubahan aktual menjadi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Kudus dilakukan pada akhir Oktober 2008. Perubahan ini tentu bukanlah perubahan nama saja. Tuntutan kecepatan pelayanan, transparansi, serta efektivitas pengawasan yang semakin meningkat di era informasi saat ini, menjadi latar belakang yang sahih. Reformasi birokrasi Departemen Keuangan, termasuk reformasi kepabeanan dan cukai, menjadi spirit di dalamnya.

 

ORGANISASI 

Visi KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus adalah, ”menjadi pengelola keuangan dan kekayaan negara bertaraf internasional yang dipercaya dan dibanggakan masyarakat, serta instrumental bagi proses transformasi bangsa menuju masyarakat adil, makmur, dan berperadaban tinggi”. 

Adapun misi yang diemban adalah, ”melakukan pengawasan yang efektif, pelayanan yang prima, dan pembinaan yang proaktif kepada pengguna jasa”. 

Dalam upaya menggapai visi dan menjalankan misinya, KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus berpegang pada motto: “melayani sepenuh hati, membina dengan empati, dan menindak tanpa kompromi”. 

Wilayah kerja KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus adalah seluruh wilayah eks karesidenan Pati, yang meliputi Kudus, Jepara, Pati, Rembang, serta Blora. Total wilayah ini seluas 5.741,5 km persegi. 

KPPBC Tipe Madya Cukai diperkuat oleh 79 orang pegawai, dengan pejabat struktural sejumlah 30 orang (eselon III, eselon IV, dan eselon V), dan pelaksana 51 orang. 

Selain kantor utama yang beralamat di Jalan Agil Kusumadya No. 936, Kudus, KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus juga memiliki 2 (dua) Kantor Bantu yakni di Jepara dan Juwana, serta 5 (lima) Pos Pengawasan, yakni di Banyutowo, Rembang, Cepu, Blora, dan Karimun Jawa. 

KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus dilengkapi 10 unit kendaraan bermotor roda empat dan 14 unit kendaraan bermotor roda dua. Untuk keperluan pegawai, KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus memiliki 20 unit rumah dinas yang tersebar di 3 lokasi di Kudus sejumlah 18 unit dan 1 lokasi di Jepara sejumlah 2 unit.

 INOVASI

Jumlah pengguna jasa yang cukup signifikan dan tersebar di wilayah pengawasan yang sangat luas merupakan tantangan yang harus dihadapi dan disikapi secara bijaksana dengan segala keterbatasan sumber daya. Tuntutan pengguna jasa terutama pengusaha pabrik hasil tembakau terhadap kinerja KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus telah memberikan motivasi pegawai untuk terus-menerus mengembangkan inovasi dalam rangka menciptakan kualitas pelayanan yang semakin baik sesuai prinsip-prinsip pelayanan prima, serta sistem pengawasan yang efektif dan efisien.

Inovasi tersebut meliputi:

  1. Sistem Aplikasi Cukai (SAC), yaitu system aplikasi yang berintegrasi secara online dengan Kantor Pusar DJBC sehingga pelayanan dokumen cukai menjadi lebih cepat yang dapat menjamin kepastian waktu penyelesaiannya.
  2. Ceisa TPB, yaitu aplikasi terobosan baru yang mempermudah dalam pelayanan dokumen pemasukan dan pengeluaran barang secara online.
  3. Layanan Mandiri, yaitu sarana elektronik untuk kemudahan dalam pengajuan dokumen cukai yang akan diajukan oleh pengguna jasa yang belum mengerti dan paham data-data apa saja yang perlu dicantumkan dalam dokumen cukai. Dalam hal ini, pengguna jasa dibantu oleh pegawai bea dan cukai dalam melengkapi isian dokumen cukai pada komputer yang disediakan KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus dan dapat langsung dicetak untuk kemudian diserahkan kepada petugas front office.
  4. Mobil Layanan Keliling, yaitu kendaraan yang beroperasi secara periodik dipergunakan pegawai untuk memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada pengguna jasa di pabrik dan tempat-tempat lainnya, yang sekaligus juga dipergunakan untuk mengambil laporan CK-4C yang seharusnya diserahkan oleh pengguna jasa di KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus.
  5. Penerapan Manajemen Resiko,  yaitu sistem pengelolaan data base profil pengguna jasa agar pengawasan dan pelayanan dapat dilakukan secara selektif dan proporsional sesuai dengan tingkat risiko.
  6. SMS Info Layanan, yaitu penyampaian informasi melalui telepon genggam (SMS) misalnya mengenai jadwal pelaporan CK-4C, pemberitahuan jatuh tempo penundaan pembayaran cukai, dan informasi aktual lainnya berkaitan dengan berlakunya tarif cukai baru.
  7. Penyelenggaraan Official Website, yaitu media publikasi elektronik melalui dunia maya (website) mengenai kegiatan KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus serta informasi terkait lainnya yang disajikan secara berlebih lengkap dan akurat.
  8. SIMONEV, yaitu Sistem Informasi dan Monitoring Evaluasi Kinerja berdasarkan kebijakan Kepala Kantor dan berlaku internal KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus. Sistem tersebut berguna untuk memberikan peringatan dini (alert warning system) terhadap kinerja yang belum tercapai, sekaligus dipergunakan untuk mencetak laporan periodik atau sewaktu-waktu apabila diperlukan pimpinan.
  9. Unit Penindakan Cukai, yaitu program pemberantasan hasil tembakau illegal yang secara operasional mampu bergerak cepat dan tetap mengedepankan profesionalisme.
  10. Penyuluhan Inovatif, yaitu kegiatan penyuluhan pegawai yang efektif untuk kepekaan public pada acara-acara yang simpatik agar pesan dapat disampaikan secara lebih efektif, misalnya melalui acara sambung rasa, radio on air, talk show TV, Customs Goes to School, rubrik kolom cukai di koran hingga penyebaran stiker.
  11. Pelayanan Prima, yaitu Pelayanan Dengan Keramahan dan Senyuman yang Tulus kepada pengguna jasa, Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), Layanan Pengaduan Melalui Hotline Service.
  12. Customs Clinic, yaitu kegiatan kunjungan ke Perusahaan Tempat Penimbunan Berikat untuk mengakomodir dan mencari solusi dari kendala atau permasalahan yang diahadapi oleh Perusahaan tersebut.

PENGAWASAN

Selain harus melakukan pengawasan terhadap pengguna jasa yang telah resmi terdaftar, KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus juga harus melakukan pengawasan terhadap seluruh kemungkinan pelanggaran pada masyarakat. Komparasi jumlah petugas yang terbatas dengan wilayah pengawasan yang luas, menuntut adanya strategi dan pola yang tepat agar pengawasan dapat efektif. Oleh karenanya KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus menjadikan intelijen sebagai pangkal strategi, terutama yang mencakup penguasaan data dan informasi, baik mengenai orang, kegiatan, maupun medan.

Terhadap pengguna jasa yang terdaftar, KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus melakukan profiling, yang kemudian diaplikasikan ke dalam pengenaan jalur dalam pelayanan pemesanan pita cukai. Ada 3 jalur yang ditetapkan, yakni jalur hijau, kuning, dan merah. Inti perbedaan pada ketiga jalur tersebut adalah pada ada atau tidaknya pemeriksaan fisik pabrik (spot check) sebelum pengambilan pita cukai. Pemeriksaan terkait dengan penilaian kesungguhan pabrik untuk melakukan produksi, demi menghindarkan penyalahgunaan pita cukai. Untuk pabrik jalur hijau, pemesanan pita cukainya dapat langsung dilayani tanpa melalui pemeriksaan fisik pabrik. Jalur merah kebalikannya. Sedang jalur kuning bisa diperiksa atau tidak, tergantung dari penilaian risiko pada hari H-nya.

Selain intensif melakukan penindakan terhadap pelanggaran, KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus juga melakukan patroli pengawasan dan operasi pasar yang digelar secara rutin.

Pasca-penindakan oleh Seksi Intelijen dan Penindakan, kasus dilimpahkan ke Seksi Penyidikan dan Barang Hasil Penindakan untuk kemudian ditentukan kelanjutannya, pelanggaran administrasi atau pidana. Untuk kasus pidana dilanjutkan dengan penyidikan. Unit penyidikan menjadi strategis mengingat hanya PPNS Bea dan Cukai yang memiliki kewenangan untuk melakukan penyidikan tindak pidana kepabeanan dan cukai.

 

PENGUATAN INTERNAL 

Untuk meningkatkan sisi kemampuan teknis pegawai, P2KP diselenggarakan secara rutin. Sedangkan untuk meningkatkan sisi belief pegawai, diadakan Bimbingan Jiwa dan Pelatihan Motivasi. Untuk yang terakhir, selain pegawai, Dharma Wanita dan purnawirawan juga turut dilibatkan. Tentu yang tidak dilupakan, apel rutin dan senam kesegaran jasmani juga ikut berperan dalam membentuk budaya internal yang kuat. 

KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus juga berusaha memenuhi tanggung jawabnya secara sosial terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Kegiatan yang pernah diadakan adalah penyembelihan hewan kurban, kerja bakti, serta donor darah.

 

PENGUKURAN KINERJA 

Check and balance adalah mekanisme paling ideal untuk menilai sejauh mana kenyataan sesuai dengan harapan. Oleh karenanya, kinerja KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus haruslah diukur. Tidak sekedar untuk menilai sejauh mana standar kinerja maupun target dipenuhi, tetapi juga sebagai sarana untuk memelihara semangat perubahan yang ada. Pengukuran kinerja pada KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus secara struktural dilakukan oleh Seksi Kepatuhan Internal. Pengukuran dilaksanakan minimal setiap satu minggu sekali

 

Banner
Facebook Like
Statistik
Anda Pengunjung Ke-85822
Hari Ini56
Kemarin88
Bulan Ini7446
Total85822
IP Anda54.80.175.56